"Selamat Datang di Weblog .::KPI Fans club::. | Mari bersama Dukung Bontang Fc …!!! Kalau bukan kita siapa lagi...| Dan Terima Kasih Atas atas kunjungan anda
Tampilkan postingan dengan label ISL 2009/2010. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ISL 2009/2010. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Juni 2010

Kesempatan Perbaiki Track Record Bontang FC vs Persebaya

BONTANG – Rekor kemenangan antara Bontang Football Club (BFC) melawan Persebaya Surabaya masih dipegang Persebaya. Ini yang akan menjadi perhatian pelatih Fakhri Husaini untuk memperbaiki track record BFC saat menjamu Persebaya Surabaya di laga pamungkas Indonesia Super League (ISL) 2009/2010 di Stadion Mulawarman Bontang pukul 16.30 Wita sore ini.
Tak berlebihan jika laga nanti bertitel “duel klasik”. Bagaimana tidak, dari 10 kali bertanding, tim tamu masih memegang kukuh rekor kemenangan. Green Force-julukan Persebaya unggul dua kemenangan dari The Red Equator-julukan BFC. Sementara BFC baru 3 kali memenangi laga dan 2 lainnya berakhir seri.
Fakhri mengaku, laga terakhir melawan Persebaya ibarat laga final sekaligus partai harga diri. “Pertemuan terakhir kami kalah dengan cara yang menyakitkan. Kami kalah di menit terakhir akibat penalti. Kami ingin membalas di kandang,” ungkap Fakhri.
Memang, kekalahan BFC terjadi di laga 16 besar Grup K Piala Indonesia V. Saat itu, gol penalti Patricio Morales di menit 90 membuyarkan torehan 1 poin bagi BFC. Bahkan, jatuhnya mental BFC berimbas pada pertandingan selanjutnya saat dikalahkan tim Divisi Utama Persibo Bojonegoro 2-1.
Fakhri menambahkan, kemenangan adalah harga mati sebagai memperbaiki track record BFC atas Persebaya. “Ini kesempatan memperbaiki track record kami melawan Persebaya. Mental kami sedang bagus-bagusnya,” ungkapnya.
Jelang pertandingan sore nanti. Mantan pelatih tim PON Kaltim itu tak terlalu dipusingkan dengan skuadnya. Kan “Chika” Kikuchi sudah mengalami perkembangan positif jelang laga terakhir. Beberapa pemain lain yang cedera pun sudah berangsur pulih. Hanya saja, Joko Sidik harus menjadi penonton karena akumulasi kartu
Kondisi fisik dan psikologis BFC sedang membuncah. Tentu tidak berlebihan, bermodal kemenangan besar atas Persik Kediri dengan 3 gol menjadikan tuan rumah layak diunggulkan. Selain itu, BFC bisa dibilang aman dari laga play off setelah kemenangan Walk Out (WO) Persebaya atas Persik Kediri 29 April lalu dianulir pengadil PSSI lewat Komisi Banding. Ditambah dukungan penuh Bontangmania di tribun penonton tentu akan memberikan suntikan motivasi bagi Aldo Baretto dkk. 
Berbeda dengan tuan rumah, Persebaya Surabaya datang ke Kota Taman dengan mental yang hancur lebur. Kekalahan 3-1 atas Persisam Putra Samarinda membuat Anang Makruf  dkk mengalami degradasi mental. Ditambah kabar buruk dari Komding yang menganulir kemenangan WO atas saingan terberat  di zona merah Persik Kediri.
“Kabar itu (Dianulirnya WO, Red.) sangat berpengaruh pada tim. Saat ini kami layaknya bertanding melawan diri kami sendiri. Jika ingin bertahan di ISL kami harus mampu mengatasi tekanan mental dan fokus pada pertandingan besok,” ungkap Pelatih Persebaya Rudy William Keltjes.
Bagaimana dengan laga ulangan lawan Persik? Pelatih pengganti Danurwindo itu mengaku menyerahkan pada pengurus. “Kami fokus pada pertandingan besok. Biar pengurus yang memikirkan masalah itu,” keluh Rudkeer–panggilan Rudy--usai jajal rumput Stadion Mulawarman kemarin pagi. (*/nan)

Sabtu, 29 Mei 2010

Bontang FC Miliki Modal Cukup Aldo dan Kenji Berpeluang Jadi Top Scorer ISL 2009/2010

BONTANG - Babak akhir Indonesia Super League (ISL), atmosfer seru akan kembali tersaji di Kaltim. Persebaya dan Persik dua tim yang kini memiliki kans terakhir untuk menjalani babak play off dan membuka peluang tetap bertahan di pentas ISL musim depan menentukan nasibnya dilaga terakhir.

Kabar serunya lagi, keluarnya keputusan Komisi Banding PSSI yang memberikan pengampunan Persik Kediri atas kekalahan walk out (WO) dari Persebaya saat gagal menyelenggarakan pertandingan pada 29 April lalu. Komding berdalih, Persik gagal menggelar pertandingan karena masalahan legalitas, dan mereka mengajukan banding. Imbasnya pun tak hanya berlaku bagi kedua tim.

Tapi juga mengalir pada Bontang FC. Bagaimana tidak, dengan dianulirnya laga Persik kontra Persebaya, otomatis poin 3 Persebaya akan dicabut. Dengan demikian, posisi aman sudah dikantongi BFC jika laga ulangan nanti Persik mampu mengungguli Persebaya. Kendati demikian, pelatih BFC Fakhri Husaini mengaku tak ingin membuat timnya berleha-leha jelang pertandingan, Minggu (30/5) besok.

“Nggak ada pengaruh (keputusan komding, Red). Kami ingin menang lawan Persebaya. Dengan kemenangan tentu akan memperbaiki track record kami,” ungkap Fakhri kemarin. Selain itu, kata Fakhri, laga terakhir akan memberikan pengaruh dua pemainnya, yakni Aldo Baretto dan Kenji Adachihara yang masih berpeluang merebut sepatu emas musim ini.

Aldo kini mengoleksi 17 gol, sedangkan sementara Kenji 14 gol. Aldo hanya terpaut satu gol dari Alberto Goncalves da Costa (Persipura) yang sudah mengoleksi 18 gol. Pertandingan terakhir nanti, BFC juga dipastikan sudah memiliki modal cukup. Cedera yang dialami gelandang tangah Kan Kikuchi juga sudah dinyatakan membaik.

 Hanya saja, Joko Sidik yang dipastikan absen karena akumulasi karu kuning. “Kami ingin memberikan kesan manis bagi pendukung setia BFC dengan kemenangan,” pungkas Fakhri. Mentahnya keputusan WO yang dialami Persik membuat kans tim Kota Tahu untuk bertahan di ISL musim depan terbuka meski hanya setitik. Pelatih Persik Agus Yuwono mengaku, akan berjuang hingga peluang itu benar-benar tertutup.

“Peluang kami masih terbuka, kendati harus melalui play off kami sangat bersyukur,” ungkapnya. Bagi Persebaya tidak ada pilihan lain, mereka wajib mencuri poin dipertandingan terakhir saat lawan BFC. ''Kami harus all-out mencari poin,” kata asisten pelatih Persebaya Ibnu Graham kemarin.

Keputusan dianulirnya kemenangan WO yang didapat atas Kediri seakan menambah beban berat lawan BFC setelah sebelumnya dikalahkan Persisam 3-1, Rabu (26/5) lalu. Selain itu, beberapa pilar Persebaya juga masih kelelahan setelah menjalani tur Papua.(*/nan/ktp)

Prioritas Laga Pamungkas BFC Istirahatkan Pemain demi Ladeni Persebaya

BONTANG – Saat ini Bontang FC memang sudah nangkring di zona aman dan menjauhi hukuman degradasi. Namun semuanya bisa jadi tak berguna apabila di partai terakhir gagal mendulang poin atas Persebaya Surabaya. Karena itulah, laga terakhir yang akan digelar Minggu (30/5) lusa, akan menentukan nasib The Reds Equator lolos dari ancaman relegasi ke divisi utama.
BFC memang hanya membutuhkan hasil imbang dari The Green Force untuk memastikan lepas dari skenario terburuk menjalani play off degradasi melawan peringkat keempat divisi utama. Ya, hal itu bisa saja menjadi kenyataan andai Persebaya yang kini berada di peringkat 15 klasemen sementara, atau posisi play off, mampu mengalahkan anak asuh Fakhri Husaini. Dengan koleksi 39 angka, Persebaya menjadi ancaman terbesar BFC yang kini baru mengumpulkan 41 poin. 
Kondisi inilah yang memaksa BFC mempersiapkan laga terakhir dengan lebih serius. “Kami istirahat total untuk memberikan masa pemulihan bagi pemain. Partai terakhir sangat menentukan bagi kami karena lawan yang dihadapi juga masih memiliki kesempatan lolos otomatis,” ujar Andi Satya Adi Saputra, manajer BFC.
Andi Adi, begitu Andi Satya Adi Saputra biasa disapa, mengakui timnya saat ini dalam kondisi mental yang sangat bagus. Namun yang menghawatirkan adalah cedera yang dialami beberapa pemain pilar. Empat pemain saat ini masuk ruang terapi. Mereka adalah Marcelino Mandagi, Kan Kikuchi, Sardianata dan Ali Khaddafi. Ketiga nama terakhir, merupakan pemain yang absen saat BFC mengalahkan Persik Kediri 3-0, dua hari lalu. Sementara Marcelino Mandagi terancam absen karena memgalami cedera dalam pertandingan tersebut.
Cedera yang dialami Marcelino merupakan cedera kambuhan yang sebelumnya dialami saat melawan Persema Malang, Minggu (16/5) lalu. Marcelino juga dipaksa absen saat melawan Arema Indonesia. “Cederanya kambuh lagi. Kami belum tahu apakah ia bisa diturunkan lawan Persebaya,” tutur Andi Adi.
“Karena itu kami libur dan hanya melakukan pengkondisian. Sabu pagi kami baru kembali berlatih,” imbuh Andi Adi.
Sementara itu kondisi  Ali Khaddafi, Sardianta dan Chika, panggilan akrab Kan Kikuchi sudah mulai menunjukkan peningkatan. Ali Khaddafi yang demam setelah kembali dari Malang menuturkan kondisinya semakin baik. “Ya, sudah lumayan. Mudahan bisa main lawan Persebaya,” tutur pemain yang juga merupakan anggota timnas Togo tersebut.(obi)

Laga Balas Dendam

SAKIT HATI masih dirasakan kubu Bontang FC yang disingkirkan Persebaya dari pentas Piala Indonesia dengan cara yang sangat menyakitkan. Kala itu, BFC yang bermain di Grup K yang digelar di Surabaya, harus kalah 0-1 di pertandingan kedua dari Persebaya karena dihukum penalti pada masa injury time. Dan, laga di Stadion Mulawarman, Minggu (30/5) mendatang akan dijadikan arena balas dendam BFC.
Kekalahan ini yang menyebabkan skuad Fakhri Husaini tampil drop dan harus menelan kekalahan saat lawan Persibo Bojonegoro 2-1 di laga terakhirnya di babak 16 besar Piala Indonesia. Dan BFC harus mengakhiri kiprah di Piala Indonesia dengan status juru kunci grup lantaran dalam laga perdana juga kalah 1-4 atas Persib Bandung.
“Kami ingin membalas kekalahan di Piala Indonesia. Kami hanya ingin menang. Itu juga untuk memastikan kami lolos otomatis,” ungkap Manajer BFC Andi Satya Adi Saputra kemarin.
Hal senada juga diungkapkan pelatih BFC Fakhri Husaini. “Kami ingin menyempurnakan kemenangan di laga terakhir,” kata Fakhri.
Modal yang dimiliki BFC pun terbilang bagus. Kepercayaan diri Aldo Baretto dkk dalam kondisi puncak menyusul hasil meyakinkan 3-0 melawan Persik Kediri. Motivasi besar juga ditambah dengan kans Aldo Baretto dalam memburu posisi top scorer Superliga.
Prestasi itu bisa jadi obat pelipur lara karena sejauh ini BFC terus-terusan berkutat di papan bawah. Dan bagi Bontangmania sepatu emas bagi pemainnya bisa dianggap prestasi yang luar biasa. Rizal, salah seorang pentolan Bontangmania mengaku bangga dengan kapasitas yang dimiliki pemain BFC musim ini.
“Paling tidak ada prestasi yang bisa dilihat dari tim kami. Selain bertahan di Superliga kami juga ingin Aldo jadi top skor,” ujar Rizal.
Kini, Aldo bersaing dengan Christian Gonzales yang merupakan top skor Ligina dalam 4 musim terakhir,   Erick Week Lewis dan Boaz Solossa dengan koleksi 17 gol. Namun jumlah itu masih kalah dari kreasi Alberto Goncalvez dengan 18 golnya.(obi/nan/ktp)

Kamis, 27 Mei 2010

Duo Kaltim Benamkan Duo Jatim

SAMARINDA– Trio Kaltim yang mentas di Indonesia Super League (ISL) berhasil mengalahkan lawan-lawannya. Meski laga paling prestisius dialami Persiba Balikpapan yang menodai rekor kandang Persib 2-1 di Bandung, tapi kemenangan yang paling berarti didapat Persisam Putra Samarinda dan Bontang FC. Pasalnya, kedua tim tersebut berhasil lepas dari bayang-bayang degradasi.
Di Stadion Segiri kemarin sore, Persisam menggulung Persebaya Surabaya 3-1. Kini, Persisam sudah berada di peringkat 10 klasemen sementara dengan koleksi 43 poin. Namun di saat bersamaan Persisam masih terancam pengurangan poin, tapi itu akan dipermudah apabila Persisam bisa mengamankan laga terakhir kala menjamu Persik Kediri, Minggu (30/5). “Kemenangan ini sangat berarti bagi kita semua.
Saya juga bangga dengan banyaknya penonton yang memberi motivasi kepada pemain,” ujar H Harbiansyah Hanafiah, General Manager Persisam. Pantas saja kalau Pak Haji, begitu Harbiansyah biasa disapa terlihat begitu emosional. Pasalnya ia merelakan diri turun gunung untuk mengobati Pesut Mahakam --julukan Persisam-- yang sempat terluka akibat konflik di tubuh manajemen pada putaran pertama lalu.
Karena itulah, Pak Haji tetap menginginkan pemainnya tampil ngotot untuk memperbaiki peringkat Persisam di klasemen akhir. “Semoga di pertandingan terakhir kita bisa meraih kemenangan lagi. Paling tidak kita bisa berada di papan tengah pada klasemen akhir,” kata dia. Ya, jika mampu memetik kemenangan di pertandingan terakhir, Persisam bisa berada di posisi 9 besar klasemen akhir dengan catatan Persema gagal memetik angka penuh ketika bertemu Sriwijaya FC.
Itulah sebabnya Persisam tetap membidik poin sempurna. "Artinya kemenangan lawan Persik memiliki banyak arti bagi kita. Selain semakin memperbaiki posisi, kemenangan menjadi modal motivasi bagi pemain sebelum main di Piala Indonesia," terang Harbiansyah. Kegembiraan juga dirasakan BFC. Kemenangan penting atas Persik Kediri 3-0 malam tadi juga membuat The Reds Equator untuk sementara beranjak dari zona merah.
BFC mengumpulkan 41 poin dan unggul 2 poin dari Persebaya. Namun BFC belum bisa sepenuhnya bernapas plong karena pada laga terakhir justru harus menjamu Persebaya. Ancaman degradasi BFC bisa datang melalui jalur play off degradasi yang kini ditempati Persebaya.
Persik sendiri sudah pasti terbenam ke Divisi Utama musim depan. “Memang kami hanya perlu hasil imbang. Tapi kami tidak mau berspekulasi. Kami tetap mengincar kemenangan,” ujar Manajer BFC, Andi Satya Adi Saputra.(obi/upi/kpnn)

Cetak Dua Gol, Buka Kesempatan Top Skor

SELAIN membuat langkah Bontang FC menghindari degradasi kian mudah, dua gol Aldo Baretto malam tadi juga membuatnya masuk nominasi pencetak gol terbanyak musim ini. Koleksinya kini menyentuh angka 17 dan terpaut satu gol dari duet Persipura, Alberto Goncalves-Boaz Salossa. Aldo masih memiliki kesempatan menambah pundi golnya saat menjamu Persebaya Surabaya, Minggu (30/5) mendatang.
Demi mewujudkan ambisi itu, Aldo mengaku mendapat dukungan dari rekan setim termasuk pelatih Fakhri Husaini. Secara khusus Fakhri menginstruksikan pemain lain untuk memberikan dukungan penuh pada Kenji dan Aldo untuk menjadi top scorer. “Ya, Kenji dan Aldo cukup subur musim ini mereka mencetak 30 gol untuk tim. Saya tentu akan mendukung mereka mencetak gol sebanyak-banyaknya untuk menjadi top scorer,” ungkap Fakhri, malam tadi.
Dia melihat, pada pertandingan melawan Persik Kediri duet yang dikenal dengan nama Kendo tersebut, bermain cukup bagus. Peluang pun tercipta tidak hanya pada Aldo saja. Kenji pun banyak membuka peluang mencetak gol. Sayang, masih kurang beruntung. Mencetak dua gol ke gawang Persik, langsung disyukuri oleh Aldo. “Sangat senang mencetak gol.
Dan tentu sangat berarti karena tim menang,” ungkapnya. Ia mengaku kontribusi pemain lain sangat berpengaruh terhadap kinerjanya di lini depan. “Pasti akan tampil maksimal lawan Persebaya. Semoga bisa mencetak gol lagi,” ungkapnya yang mendedikasikan golnya untuk keluarga besarnya dan pendukung BFC.(*/nan)

Garansi Tempat Terbaik (3) Bontang FC vs Persik (0)

BONTANG – Persik Kediri menjadi pijakan terbaik Bontang FC meninggalkan zona degradasi. Kemenangan 3-0 yang diraih malam tadi, selain mengantarkan juara Ligina dua kali tersebut ke Divisi Utama musim depan, juga membuat eksistensi The Reds Equator di kancah tertinggi sepak bola Indonesia, terjaga.
Meski belum sepenuhnya aman, BFC kini tinggal membutuhkan hasil imbang saat menjamu Persebaya di pertandingan terakhir, Minggu (30/5) mendatang.
kasta ke Divisi Utama musim depan.  
Gol kemenangan BFC dicetak bomber kandidat top skor ISL, Aldo Baretto dimenit ke-54 dan 75, satu gol lainnya diciptakan Cornelius Geddy tiga menit jelang laga bubar.
Kendati mendominasi dalam penguasaan bola,  BFC baru bisa memecah kebuntuan pada babak kedua. Solidnya pertahanan Persik yang digalang Harianto, Na Byung-yu, Tito Purnomo dan Khusnul Yuli membuat peluang duet Kenji Adachihara-Aldo Baretto di babak pertama selalu terpatahkan.. Selain itu, gemilangnya Fauzi Toldo, kiper Persik juga salah satu faktor yang membuat skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, BFC yang didukung ribuan Bontangmania langsung menekan. Akhirnya Aldo membuka skor di menit ke-9 babak kedua. Striker berkebangsaan Paraguay tersebut mampu memanfaatkan umpan matang Arifki Eka Putra yang menggiring bola dari tengah lapangan.
Umpan matang itu sempat mendarat terlebih dulu di kepala Kenji Adachihara sebelum diarahkan ke Aldo yang mengkonversinya menjadi gol. Tidak jauh berbeda, gol kedua Aldo pun diciptakan dari skema yang sama. Tapi kini giliran Fadil Sausu yang memberikan umpan. Bola lambung di sambut Aldo dengan tendangan keras.
Tertinggal dua gol tak membuat anak asuh Fakhri Husaini mengendurkan serangan. Tiga menit sebelum peluit panjang berbunyi, Cornelius Geddy mampu memungkasi laga dengan golnya j. Tendangan keras mendatar merobek jala Persik untuk ketiga kalinya.
“Kami bersyukur mampu memenangi laga. Memang, babak pertama agak sulit menembus pertahanan Persik. Tapi, terjawab pada babak kedua, kami mampu mencetak gol,” ungkap Fakhri.
Sementara itu, kekecewaan tersirat pada wajah Agus Yuwono pelatih Persik. Ia mengatakan, panjang dan padatnya jadwal kompetisi membuat timnya kelelahan dan membuat timnya kalah di Bontang. “Kami cukup lelah. Dalam waktu sepuluh hari kami harus bermain lima kali. Tentu akan sangat berpengaruh pada permaian kami,” keluhnya. (*/nan/ktp)

Eliminasi Pesaing Bontang FC vs Persik Kediri

BONTANG – Tugas super berat akan dijalani Bontang FC kala menjamu Persik Kediri di Stadion Mulawarman, mala mini (kick off pukul 19.15 Wita). Tidak salah jika pelatih BFC Fakhri Husaini melabeli partai ini sebagai partai final. Bukan lantaran memperbutkan title juara, namun karena tim yang kalah dari laga ke-33 bagi kedua tim di Indonesia Super League (ISL) akan menentukan eksistensi di kancah tertinggi sepak bola tanah air musim depan.
Menang memang menjadi keharusan, namun, penggawa The Reds Equator –julukan BFC- tidak boleh terbebani, karena keuntungan lebih memihak pada Aldo Baretto dkk. Keuntungan terbesar tentu saja suntikan motivasi dari Bontangmania, -julukan supporter BFC- yang siap me-merah-kan Mulawarman.
Bukan hanya itu, pasukan arahan Agus Yuwono yang menyandang status juara Ligina dua kali tersebut sekarang berada di level yang lebih rendah, zona degradasi. Maklum, dengan mengumpulkan nilai 35 setelah menjalani 32 partai, Persik berada di peringkat 16 dan menyisakan Pelita Jaya, serta Persitara yang sudah pasti terlempar ke divisi utama musim depan.
Dan besar kemungkinan Persik akan menjadi tim kedua yang meninggalkan ISL, dengan syarat BFC bisa menjinakkan tim berjulukan Macan Putih itu. Pasalnya dengan nilai 38, BFC hanya perlu memenangi laga atas Persik untuk dua tujuan sekaligus, aman dari degradasi otomatis, sekaligus mengeliminasi satu pesaing.
Sebenarnya, dengan kemenangan belum menjamin posisi aman. Karena BFC masih terancam menempati posisi 15 di klasemen akhir, yang berarti play off degradasi dengan peringkat ke-4 divisi utama. Skenario terburuk itu jelas tidak ingin terwujud, pasalnya itu akan menjadikan kerja semakin berat.
Bukan hanya itu, setelah berganti nama, BFC merupakan satu dari empat tim ISL yang tidak pernah turun kasta sejak era sepak bola profesional dimulai pada 1994 silam. “Ini partai final bagi kami. Persik juga pastinya akan mati-matian di Bontang. Karena secara matematis mereka masih punya peluang untuk melewati posisi kami.
Tapi kami tidak akan memberikan kemudahan bagi mereka. Kami hanya menginginkan kemenangan,” ujar Fakhri Husaini. Sadar dengan kewajiban memetik poin 3, Fakhri sudah mewanti-wanti pasukannya untuk menjaga segala potensi lawan.
Bahkan, pelatih yang menjadi legenda hidup Bontang FC (PKT) saat mengantar tim bentukan PT Pupuk Kaltim tersebut meraih posisi runner up Ligina 2001, sudah membuang jauh-jauh potensi perusak harmonisasi timnya.
Tidak tanggung-tanggung, pemain berpengalaman seperti Patricio Jimenez yang dianggap tidak mau mengikuti aturan main yang dibuatnya, disingkirkan dari tim. “Saya menegaskan kepada semua pemain, siapa yang paling siap, itu yang saya pasang,” tutur mantan gelandang timnas era 90-an itu. Namun Fakhri tetap harus mewaspadai kondisi internal timnya yang kekuatannya berkurang karena absennya beberapa pemain.
Dari penuturan dr I wayan Sukarta, dokter tim BFC, ada bebeapa pemain yang diragukannya bisa tampil. Kan Kikuchi serta Sardianata masih menjalani terapi karena trauma pada bagian gluteus kiri. Sementara Sardianata mengalami gangguan pada engkel kaki kiri. Itu ditambah dengan kondisi Ali Khaddafi yang masih sakit. “Kemungkinan besar keduanya tidak bisa dimainkan.
Tapi saya masih melihat kondisi terakhirnya besok pagi (pagi ini, Red.),” ujar dr Wayan. Meski dengan kewaspadaan, Fakhri tampaknya juga bisa memaksimalkan keuntungan karena lawan tak bisa turun dengan kekuatan terbaik. Adalah libero asal Kamerun, Jhon Onorionde Kugebe yang absen karena akumulasi kartu.
Dengan demikian, duet Kenji Adachihara-Aldo Baretto bisa lebih mudah mengacak-acak pertahanan Persik. Tidak penting skor besar seperti saat terakhir menang atas Persijap Jepara 4-1 (28/4) lalu, atau kali terakhir BFC menang dari 6 laga yang dilewati termasuk Piala Indonesia, namun konsistensi mewujudkan 3 poin yang ditunggu Bontangmania. Itulah syarat paling mudah menggaransi tempat di ISL musim depan.(obi)

Selasa, 25 Mei 2010

Penentuan di Kalimantan 4 Tim Hindari Degradasi

SURABAYA. Pekan ini menjadi masa paling menentukan bagi tim-tim yang terseok di Indonesia Super League musim 2009-2010. Empat tim yang saat ini bersaing ketat lepas dari jeratan degradasi harus berjuang pada dua laga terakhir yang sangat menentukan.

Mereka adalah dua tim Jatim Persebaya dan persik yang akan melawat ke kandang dua tim asal Kalimantan, Persisam dan Bontang FC. Persebaya menghadapi Persisam (26/5) dan Bontang FC (30/5), sedangkan Persik dijamu Bontang FC (26/5) serta Persisam (30/5).
Saat ini, Persisam dengan 40 poin di peringkat 13 memang lebih baik ketimbang Persebaya di peringkat 14 dengan poin 39. Tapi kebutuhan Elang Borneo menambah poin lebih tinggi dari Persebaya. Ronald Fagundes dkk diharuskan memaksimalkan enam poin dari dua laga kandang karena mereka masih dihantui pengurangan tiga poin.

Jika mereka sukses memenangkan pertandingan melawan Persebaya dan Persik, poin maksimal Persisam hanya 43 setelah dikurangi tiga poin. Karena itu, laga antara Persisam kontra Persebaya besok dipastikan berjalan alot karena keduanya ngotot berburu poin.

Bagi Persebaya, mencuri poin dari dua away terakhir bisa membuat mereka di atas angin. Jika bisa menahan imbang atau bahkan menang dari dua laganya, bukan hanya tambahan poin yang bermanfaat bagi Persebaya. Mereka juga akan bersyukur dengan berkurangnya daya saing Persisam atau Bontang FC dalam persaingan lepas dari degradasi. "Karena itu kami harus all out mencari poin di sana. Entah dari satu kemenangan atau dari dua seri," kata asisten pelatih Persebaya Ibnu Grahan kemarin (24/5).

Namun Persebaya harus dihadapkan pada absennya sejumlah pilar seperti Jeon Byung-Euk karena cedera. Di sisi lain, tujuh dari 20 pemain yang dibawa kemarin telah mengantongi kartu kuning. Mereka adalah, Taufiq, Sunaji, Patricio Morales, Satrio Syam, Andi Oddang, Wijay, serta Syaifudin, Endra Prasetya.
Beban lebih berat justru dirasakan Persik di dua laga away mereka. Saat ini, Saktiawan Sinaga dkk baru mengoleksi 35 poin dan tercecer di peringkat 16. Sementara calon lawannya, Bontang FC satu setrip di atasnya (15) dengan 38 poin.

Jika Macan Putih menang di dua laga terakhir, mereka akan membuka peluang berlaga di babak playoff. Itupun, dengan catatan Persisam jadi dikurangi tiga poin atau kalah ketika menjamu Persebaya. Tapi jika kalah di laga melawan Bontang besok, hampir pasti Persik akan terdegradasi.
Karena itulah, Agus telah menyiapkan strategi khusus menghadapi Bontang FC besok. Salah satunya dengan menyiapkan strategi menyerang. Persik sendiri kemarin bertolak ke Bontang dengan kekuatan 18 pemain.  "Kami memang harus menang di Bontang," kata dia.

Tapi tak mudah meraih tiga poin di kandang Bontang FC. Sebab, tim asuhan Fachri Husaini itu butuh kemenangan untuk mengamankan posisi mereka. Beban Persik mengalahkan Bontang FC akan semakin berat karena di laga besok mereka tak bisa menurunkan sejumlah pilar. Salah satunya adalah bek OK John yang terkena akumulasi kartu. (uan/jie/jpnn/smdpost)

Senin, 24 Mei 2010

BFC Lindungi Pemain Kendo Prioritas, Pato Pasti Dilepas

BONTANG – Dua pertandingan Bontang FC di kompetisi ISL musim ini tampaknya akan dijadikan sarana memantau pemain yang akan diproyeksikan untuk musim depan. Memang posisi BFC musim depan baru bisa ditentukan dalam dua laga ke depan. Meski demikian, manajemen mulai memperhitungkan pemain yang bakal dipertahankan.

Patokan yang dipakai ternyata mengacu pada performa yang ditunjukkan saat menghadapi Persik Kediri (26/5) dan Persebaya (30/5). Karena itulah, keseriusan serta daya juang pemain menjadi perhatian utama karena akan dijadikan rujukan manajemen dalam menilai calon pemain musim depan. Manajer BFC, Andi Satya Adi Saputra mengatakan saat ini sudah ada pembicaraan dengan beberapa pemain.

Namun ia enggan menyebut pemain yang dimaksud. Pasalnya secara resmi kontrak pemain akan berakhir setelah kompetisi musim ini berakhir 30 Mei nanti. “Kami sudah mulai melakukan pembicaraan dengan beberapa pemain. Tapi belum ada kesepakatan karena nantinya kami akan melakukan pembaharuan kontrak. Kontribusi yang sudah diberikan menjadi acuan dalam kontrak itu nantinya,” ujar Andi Satya.

Saat disinggung duet Kenji Adachihara-Aldo Baretto yang menjadi mesin gol BFC, Andi Satya hanya bergeming. Namun dari ucapannya yang akan memprioritaskan pemain dengan kontribusi besar, maka tidak salah jika duet Kendo menjadi prioritas utama pemain yang akan dipertahankan. “Nanti saja, kami akan umumkan nama pemain kalau semuanya sudah pasti.

Sekarang kami hanya melakukan pembicaraan awal,” ujarnya. Dari penuturan Andi Satya, atau yang biasa disapa Andi Adi, tidak semua penggawa The Reds Equator musim ini semuanya akan dipertahankan. Salah satu yang sudah pasti didepak adalah bek Patricio Jimenez. Sikap buruknya yang ditunjukkan saat melakoni tur Malang, minggu lalu, membuat manajemen serta tim pelatih jengah dengan ulahnya.

Ultimatum yang diberikan pelatih Fakhri Husaini yang tidak akan memasang lagi bek asal Chile tersebut menjadi salah satu landasan kuat. “Dia sudah menunjukkan kepada kami bagaimana sikap yang dia miliki. Jelas pemain seperti itu tidak pantas kami pertahankan. Memang dari sisi kemampuan di lapangan, dia bisa jadi panutan rekan-rekannya.

Tapi attitude di luar lapangan ternyata tidak sebanding dengan penampilannya. Dan itu sudah mengecewakan pelatih,” tutur Andi Adi. Patricio Jimenez yang direkrut pertengahan musim ini memang mampu berkontribusi pada perbaikan lini belakang BFC. Bahkan Adi menilai ia bisa mentransformasi kemampuannya kepada para pemain belakang yang sudah terlebih dulu berseragam merah-merah BFC.

Tapi, hal itu tidak dibarengi dengan sikapnya di luar lapangan. Terakhir, Patricio bahkan mangkir dari latihan saat BFC mempersiapkan diri melawan Arema Indonesia. Meski akhirnya terpinggirkan dari tim karena tenaganya tidak akan dipakai hingga akhir musim, namun Pato, begitu ia biasa disapa, tetap akan berada di Bontang hingga kontraknya berakhir.

“Kami tak mau dipusingkan dengan kemungkinan adanya selisih paham dan terimbas efek buruk pemain yang diputus kontraknya di tengah jalan. Biasanya pemain asing lebih memilih mengadukan masalah-masalah seperti ini ke FIFA. Bukannya kami takut berurusan, tapi sekarang fokus kami hanya pada dua pertandingan Superliga,” ucap Adi.(obi/jaz/ktpost)

Minggu, 23 Mei 2010

Bernapas Lega Pemain BFC Mulai Sembuh dari Cedera

BONTANG – Menjelang dua laga super penting yang dilakoni Bontang FC, kabar baik kembali datang dari pasukan arahan Fakhri Husaini. Pelan tapi pasti, badai cedera yang menghantui beberapa pilar penting kini mulai berlalu. Meski belum sepenuhnya, namun harapan bisa menurunkan kekuatan terbaik saat menjamu Persik Kediri, Rabu (26/5) mendatang tetap terbuka.
Bertambahnya kekuatan itu berasal dari pilar yang mengalami cedera dalam tur Malang, minggu lalu. Di antaranya adalah Kan Kikuchi, Fadil Sausu, Aridki Eka Putra, Sardianata, Sumardi serta Marcelino Mandagi. Meski membaik, kekuatan BFC tetap akan tereduksi dari tidak akan dimainkannya Patricio Jimenez dalam dua laga sisa.
Soal Pato, begitu pemain asal Chile tersebut biasa dipanggil, Fakhri sudah menegaskannya saat menjelang laga kontra Arema (19/5) lalu. Pemain berambut gondrong tersebut mangkir dari latihan dan membuat tim pelatih serta manajemen BFC berang. Karena itulah, Fakhri akhirnya memutuskan tidak akan menggunakan lagi tenaga pemain yang musim lalu memperkuat Persisam Putra Samarinda tersebut. Bahkan manajemen sudah menjatuhkan sanksi berupa pemotongan gaji.
Ketiadaan Pato ternyata sudah bisa ditambal dengan membaiknya penampilan trio Joko Sidik, Iqbal Samad dan Rusdiansyah di jantung pertahanan. Terbukti, kekalahan 0-3 dari Arema bukan lantaran kinerja lini belakang yang buruk, namun karena The Reds Equator harus bermain dengan 10 orang dan bisa dibilang tanpa penjaga gawang. Pasalnya Sumardi yang ditarik keluar digantikan Joko Sidik karena stok pergantian pemain sudah habis.
Namun cerita sedih di Malang tersebut tampaknya tidak akan terulang saat meladeni perlawanan Macan Putih. Kini BFC sudah mulai menyongsong laga yang akan menjadi penentu kiprah di Superliga musim depan tersebut dengan latihan keras. Dua hari terakhir, latihan sudah kembali digelar dan menyertakan pemain-pemain yang sempat cedera.
Dari penuturan dokter tim, dr I Wayan Sukarta, hanya Marcelino Mandagi yang belum bisa berlatih sekeras koleganya. Pemain yang pernah merumput di Persma Manado tersebut masih menjalani terapi penyembuhan cedera hamstring kaki kirinya.
“Marcel belum bisa latihan. Hanya joging ringan dan belum bisa seperti teman-temannya. Tapi kalau pemain lain sudah latihan normal,” tutur Wayan.
Jelas dengan kekuatan yang memadai, armada Kota Taman bisa menatap laga dengan lebih mantap. Pasalnya, donasi 3 poin dari kemenanganlah yang bisa menyelamatkan BFC. Karena di sisi lain, Persik yang posisinya tepat berada di bawah Aldo Baretto cs juga mengincar kemenangan di Stadion Mulawarman. Kini Persik baru mengumpulkan 35 poin, atau 3 angka di belakang BFC.
“Kami memang sudah bertekad memenangkan semua laga sisa di kandang. Apalagi melawan Persik yang jadi pesaing terdekat kami,” tutur Andi Satya Adi Saputra, manajer BFC.(obi/ktp)

Sabtu, 22 Mei 2010

Manfaatkan Tekanan Persik BFC Menatap Positif Dua Laga Sisa

BONTANG - Angin segar menghampiri Bontang FC yang akan menjamu Persik Kediri, Rabu (26/5) di Stadion Mulawarman. Pasalnya, Macan Putih –julukan Persik- saat ini dalam tekanan hebat menyusul hasil buruk di tur Papua dan absennya beberapa pilar utama. Juara Ligina 2003 dan 2006 tersebut kini berada tepat di bawah BFC di klasemen sementara dengan menempati urutan ke-16.

Koleksi 35 poin mereka hanya terpaut 3 dengan The Reds Equaor –julukan BFC. Pertemuan antarkedua tim ini pun menjadi final tim yang akan terdegradasi musim depan. Hitungan matematis, BFC bisa langsung memastikan satu tempat musim depan dengan satu kemenangan lagi. Donasi 3 angka menjadikan poin 41, dan mengamankan anak asuh Fakhri Husaini dari hukuman turun kasta.

Dan jika itu didapat saat melawan Persik, maka nilai Persik yang hanya menyisakan dua laga, termasuk di Bontang, tidak akan mungkin melampaui perolehan anak-anak Kota Taman. “Kami wajib memenangkan dua pertandingan kandang. Apalagi melawan Persik, itu jadi final bagi kami,” ujar Manajer BFC, Andi Satya Adi Saputra.

Dengan keharusan seperti itu, BFC kini diuntungkan dengan kondisi calon lawan yang mentalnya ambruk setelah berjuang mati-matian di kandang Persiwa (kalah 0-2) dan Persipura (kalah 0-1). Belum lagi kenyataan sekarang Persik juga dikejar pesaing terdekat, Pelita Jaya Karawang. Meski tipis, peluang Pelita dinilai lebih besar daripada milik anak asuh Agus Yuwono.

Pasalnya dengan dua laga sisa yang semuanya akan digelar di kandang saat menghadapi Persela Lamongan dan Persijap Jepara, Pelita kini mengumpulkan nilai 33. Artinya, jika semuanya bisa dimenangkan, bisa dipastikan Persik akan terlempar dari persaingan elit sepak bola negeri ini musim depan. Seperti dikutip dari Radar Kediri (Grup Jawa Pos), Pelatih Agus Yuwono tidak bisa memainkan kekuatan terbaiknya saat menantang BFC.

Adalah stopper asal Nigeria, Onorionde Kugebe Jhon yang harus diparkir karena akumulasi kartu kuning. “Ya kami tidak bisa menurunkan OK Jhon. Dia terkena akumulasi kartu,” kata Humas Persik Nur Muhyar. Meski demikian, kewaspadaan tetap harus diusung Aldo BAretto dkk.

Pasalnya Persik akan mati-matian menyongsong laga kali ini. Dengan tekanan besar seperti itu, seharusnya BFC bisa mengambil keuntungan. Pasalnya, hanya dengan mengalahkan tim Kota Tahu tersebut tim yang sejak berdiri pada 1987 tersebut tidak pernah turun kasta, akan tetap mengibarkan bendera di kompetisi teratas Indonesia.(obi/ktp,ftbyucik)

Selasa, 18 Mei 2010

Terancam Pincang Jelang BFC Dijamu Arema Besok

MALANG– Pelatih Bontang FC Fakhri Husaini tampaknya harus memutar otak lebih keras saat menghadapi tuan rumah Arema Indonesia, Rabu (19/5) besok. Pasalnya di saat dituntut bisa mengimbangi kecepatan penggawa Singo Edan --julukan Arema-- Fakhri terancam tidak bisa menurunkan kekuatan terbaiknya.
Reduksi kekuatan itu karena Marcelino Mandagi dan Fadil Sausu terancam absen menyusul cedera yang diderita saat menghadapi Persema Malang, dua hari lalu. Keduanya dalam pertandingan yang berakhir dengan kekalahan 0-1 The Reds Equator --julukan BFC-- tersebut, ditarik keluar pada babak kedua. Posisi Fadil digantikan Anda Hermawan dan Marcelino digantikan Sardianata. “Tidak ada yang akumulasi kartu.
Tapi saya harus lihat dulu kondisi terakhir Marcel dan Fadil,” ujar Fakhri. Sementara itu, dari penuturan dokter tim, dr I Wayan Sukarta, kondisi dua pemain tersebut sudah semakin membaik. Fadil Sausu dinilainya dapat diturunkan karena ia hanya mengalami kram akibat menjalani jadwal padat kompetisi. Maklum, sebelum berlaga di Superliga, BFC sudah melakoni tiga pertandingan di kancah Piala Indonesia.
Dan penurunan kondisi fisik Fadil diperburuk akibat sakit yang diderita saat di Surabaya. Sebagai catatan, dalam keikutsertaan BFC di babak 16 besar Piala Indonesia di Surabaya, delapan pemain mengalami sakit aneh setibanya di Kota Pahlawan tersebut. “Fadil hanya kelelahan. Kemungkinan besar ia bisa diturunkan,” ujar Wayan Sukarta.
Sementara kondisi Marcelino, dikatakan Wayan lebih meragukan karena sampai saat ini gelandang bertahan yang direkrut pada jeda kompetisi lalu tersebut, masih dalam perawatan. Marcelino mengalami ganggaun pada otot tibia seperiga bagian atas atau lutut kaki kiri karena berbenturan dengan Seme Patrick, bek Persema. Hingga kini, Wayan masih melakukan observasi terkait cedera tersebut. “Saya masih memantau perkembangannya.
Tapi keputusannya akan dilihat besok (hari ini, Red.),” ucap Wayan. Sementara itu, Fadil Sausu yang dikonfirmasi kesiapannya mengaku semuanya tergantung pelatih. Dari sisi fisik, ia mengaku siap. “Tinggal strategi apa yang akan dipakai. Kemarin saya memang kelelahan karena belum seratus persen fit,” ujar Fadil yang beralasan efek sakit di Surabaya masih terasa.
Jika kedua pemain tersebut absen, kemungkinan besar Fakhri akan melakukan rotasi pemain sekaligus merombak sedikit pola permainan. Fadil yang berada di sisi kanan penyerangan, kemungkinan akan digantikan Anda Hermawan yang lebih memiliki visi bertahan. Hal tersebut juga bisa diaplikasikan mengingat kecepatan sayap kiri Arema yang biasa diisi Mohammad Riduan terkenal memiliki akselerasi tinggi.
Sementara di sisi pertahanan, ketiadaan Marcelino Mandagai bisa diperkuat dengan rotasi tiga bek menjadi empat. Tempat kosong yang ditinggalkan mantan pemain Persisam Putra Samarinda tersebut bisa diperankan Iqbal Samad yang pada pertandingan terakhir absen. Itu berarti, ada empat pilar di depan kiper Sumardi. Yaitu Joko Sidik, Patricio Jimenez serta Rusdiansyah.
Sedangkan untuk penyeimbang lini tengah, Kan Kikuchi bisa diplot sebagai gelandang bertahan. “Memang dibutuhkan kondisi fisik yang prima untuk menghadapi tim secepat Arema. Jadi pemain yang paling siap, itu yang akan saya turunkan,” ujar Fakhri Husaini.(obi/ktps)

Sabtu, 20 Maret 2010

Match review Bontang FC vs Persitara

HOME

GAME STATISTIC

AWAY

BONTANG FC



BONTANG,
STADION
Mulawarman, Komplek Pupuk Kaltim

20-03-2010

KICK OFF TIME:
1915

PERSITARA

PERANGKAT PERTANDINGANN

Pengawas Pertandingan : MUDJITO
Wasit : MARDI
Asisten Wasit 1 : SULIS ANDRI ASMAWAN
Asisten Wasit 2 : YULI SURATNO
Wasit Cadangan : JERRY ELLY
Jumlah Penonton : 7500
DR.ANDI SATYA ADI P
MANAGER
DRS. HARRY RUSWANTO .MM.MBA
36
Penjaga Gawang SUMARDI
3
Belakang PATRICIO ANTONIO JIMENEZ DIAZ
7
Tengah ARIFKI EKA PUTRA
16
Belakang RUSDIANSYAH
8
Tengah ALI KHADDAFI
17
Depan FRANCISCO ALDO BARRETO MIRANDA
45
Tengah MARCHILANO A. MANDAGI
15
Belakang JOKO SIDIK FITRA YONO
14
Tengah FADHIL
9
Depan KENJI ADACHIHARA
20
Tengah KAN KIKUCHI
PEMAIN
15
Tengah JATMIKO
85
Belakang SUPRIYADI
17
Depan FIRDAUS RAMADHAN
14
Tengah AMARZUKIH
3
Belakang TUGI HADI
10
Depan TANTAN
23
Tengah SUTIKNO
9
Depan KABIR PRINCE BELLO
44
Belakang KIM JOM KYUNG
28
Tengah CESAR EMMANUEL NDEDI MBOMA
1
Penjaga Gawang HISANORI TAKADA
1
Penjaga Gawang ADE MOCHTAR
11
Belakang ANDA HERMAWAN
23
Tengah SATRIA FERI
22
Tengah SARDIANATA
26
Depan MUHAMMAD BAHTIAR
13
Belakang TRIAS BUDI SUSANTO
25
Depan COENELES SERGEUS GEDDY
CADANGAN
24
Tengah SUWITA PATA
25
Depan ABDUL RAHMAN
8
Belakang DEDI MULYADI
29
Tengah DIEGO ANTONIO MENDIETA ROMERO
83
Penjaga Gawang RIVKI DEYTHON MOKODOMPIT
5
Belakang AHMAD ASSA NURCAHYA
91
Depan MUHAMMAD NUR ISKANDAR
2
GOL
1

14 FADHIL 45"
9 KENJI ADACHIHARA 21"
29 DIEGO ANTONIO MENDIETA ROMERO 89" GKL

PERGANTIAN

16
RUSDIANSYAH
-
COENELES SERGEUS GEDDY
64"
20
KAN KIKUCHI
-
TRIAS BUDI SUSANTO
78"
7
ARIFKI EKA PUTRA
-
MUHAMMAD BAHTIAR
85"
17
FIRDAUS RAMADHAN
-
SUWITA PATA
46"
15
JATMIKO
-
DIEGO ANTONIO MENDIETA ROMERO
54"
23
SUTIKNO
-
DEDI MULYADI
76"

KARTU KUNING


44 KIM JOM KYUNG 55"

Jumat, 19 Maret 2010

Persitara Tanpa Dua Pilar Lawan Bontang FC

Ketangguhan mental pemain Persitara Jakarta Utara Sutikno akan diuji pada bentrok melawan Bontang FC, dalam lanjutan Djarum Indonesia Super League (DISL) di Stadion Mulawarman, Bontang, Sabtu (20/3).

Mantan pemain Mitra Kukar itu akan menggantikan Oktavianus Maniani yang terkena hukuman akumulasi kartu.

’’Kami berharap Sutikno tampil ngotot dan tidak cepat jatuh mental dalam laga Sabtu,” kata Manajer Persitara Hary Ruswanto saat dihubungi kemarin.

Dia mengatakan agar bisa lolos dari zona merah, pihaknya berharap Prince Kabir Bello dkk mampu membawa pulang minimal satu poin.

Saat ini Persitara menempati peringkat 17 klasemen sementara, dua poin di atas sang juru kunci Pelita Jaya Karawang. Menurut Hary, pertandingan tersebut bisa dijadikan momentum bagi Sutikno. Pemain yang sangat diminati Persiba Balikpapan itu memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa dirinya belum habis. Pasalnya, Sutikno merupakan pemain yang didatangkan untuk menjadi bagian kekuatan Persitara.

Sayangnya, seiring hadirnya 11 pemain anyar pada putaran kedua DISL, pemain binaan Persebaya Surabaya itu hanya menjadi pemain cadangan. Asisten Pelatih Persitara Dody Sahetapy mengatakan, mental dan permainan Sutikno tidak ngotot saat baru direkrut. Bahkan jika di laga tandang, pemain yang memiliki tendangan kidal itu seperti tidak bisa tampil lepas.

’’Saya berusaha memberikan yang terbaik. Beberapa waktu lalu saya terkadang main waswas dan itu berpengaruh. Namun, saya sudah mencoba lupakan itu dan akan matimatian melawan Bontang,” kata Sutikno.

Pada putaran pertama DISL Sutikno melakukan pelanggaran keras terhadap Anang Maruf hingga lengannya patah. Bahkan, Sutikno mendapatkan hukuman Komisi Disiplin (Komdis) PSSI agar memberikan pergantian medis kepada Anang sebesar Rp25 juta.

Selain Oktavianus, Persitara juga kemungkinan akan kehilangan, Ledi Utomo yang mengalami masalah pada tumitnya. Jika Ledi tidak bisa main, pemain yang biasa berperan di posisi Ledi adalah Firdaus Ramadan dan Tugihadi.

’’Selama ini kedua pemain itu terus bergantian mengisi starting line-up,” kata Dody.

Dia mengatakan permainan Persitara sudah sangat baik, terlebih dengan kehadiran sejumlah pemain baru. Hanya, dewi fortuna belum berpihak kepada Laskar Si Pitung.

’’Saya menegaskan kalau tim ini sudah sangat baik. Saat melawan Persisam, Rabu (17/3), hanya keberuntungan yang tidak berpihak kepada kami,” tutur Dody. [whisnu bagus/sindo]

Kamis, 18 Maret 2010

Bontang FC Gilas Pelita Jaya ( 4 -2 )

Bontang - Perubahan di papan bawah klasemen Superliga Indonesia 2009/10 terus terjadi menyusul kemenangan 4-2 yang diraih tuan rumah Bontang FC atas Pelita Jaya Karawang di Stadion Mulawarman.

Hasil itu membuat peta persaingan di papan bawah tetap sengit. Bontang FC kembali bisa keluar dari zona degradasi dengan menempati posisi ke-13 klasemen sementara usai mengumpulkan 28 poin dari 22 pertandingan, atau unggul dua angka dari Persisam Samarinda yang sempat beberapa jam keluar dari zona merah.

Sedangkan Pelita Jaya tetap tak beranjak dari dasar klasemen sementara. Pelita baru mengoleksi nilai 17 dari 23 pertandingan. Pelita hanya tertinggal dua angka dari Persitara Jakarta Utara.

Kendati mencatat kemenangan dengan skor besar, tim besutan Fachry Husaini itu harus bekerja keras di babak pertama. Bahkan, tim tuan rumah sempat dikejutkan gol Redouane Barkoui pada menit ke-30. Bontang FC baru bisa menyamakan kedudukan satu menit sebelum babak pertama berakhir lewat Ali Khaddafi.

Di babak kedua, permainan Bontang FC semakin membaik, dan mulai memberikan tekanan berat ke barisan pertahanan tim tamu. Aldo Barreto membawa Bontang FC unggul 2-1 pada menit ke-57.

Selepas itu, Botang FC menguasai permainan. Hasilnya, dua gol kembali bersarag ke gawang Pelita Jaya melalui Kan Kikuchi pada menit ke-61, dan Kenji Adachihara tujuh menit sebelum pertandingan berakhir.

Rabu, 17 Maret 2010

Review Match Bontang FC 4 - 2 Pelita Jaya

HOME

GAME STATISTIC

AWAY

BONTANG FC
BONTANG FC



BONTANG,
STADION
Mulawarman, Komplek Pupuk Kaltim

17-03-2010

KICK OFF TIME:
1915

PELITA JAYA
PELITA JAYA

PERANGKAT PERTANDINGANN

Pengawas Pertandingan : SUNARDI
Wasit : OLEHADI
Asisten Wasit 1 : ARI JAYANTO
Asisten Wasit 2 : SUAID SULAIMI
Wasit Cadangan : YANDRI
Jumlah Penonton : 7250
ANDI FAISAL S. HASDAN
MANAGER
LALU MARA
3
Belakang PATRICIO ANTONIO JIMENEZ DIAZ
1
Penjaga Gawang ADE MOCHTAR
7
Tengah ARIFKI EKA PUTRA
23
Tengah SATRIA FERI
8
Tengah ALI KHADDAFI
17
Depan FRANCISCO ALDO BARRETO MIRANDA
19
Belakang IQBAL SAMAD
45
Belakang MARCHILANO A. MANDAGI
14
Tengah FADHIL
9
Depan KENJI ADACHIHARA
20
Tengah KAN KIKUCHI
PEMAIN
23
Tengah MUHAMMAD RIDWAN
2
Belakang SUPARDI
29
Depan REDOUANE BARKOUI
8
Tengah EGI MELGIANSYAH
19
Belakang YOHAN IBO
4
Tengah JUSMADI
22
Belakang ARDAN ARAS
17
Depan JAJANG MULYANA
21
Penjaga Gawang I MADE WARDHANA
5
Belakang CARLOS EDUARDO BIZARRO
11
Tengah ESTEBAN GABRIELVIZCARRA
36
Penjaga Gawang SUMARDI
11
Tengah ANDA HERMAWAN
16
Belakang RUSDIANSYAH
22
Tengah SARDIANATA
26
Depan MUHAMMAD BAHTIAR
13
Belakang TRIAS BUDI SUSANTO
25
Depan COENELES SERGEUS GEDDY
CADANGAN
10
Depan RUDI WIDODO
16
Tengah KHUSNUL YAQIN
6
Belakang AGUSTIAR BATUBARA
13
Belakang ACHMAD JUFRIANTO
7
Tengah I MADE ADI WIRAHADI
25
Penjaga Gawang ALI BARKAH
24
Depan WARWAN MUSTAFA SAYEDEH
4
GOL
2

8 ALI KHADDAFI 44"
17 FRANCISCO ALDO BARRETO MIRANDA 57"
20 KAN KIKUCHI 61"
9 KENJI ADACHIHARA 83"
29 REDOUANE BARKOUI 30" GKL
29 REDOUANE BARKOUI 87" GKL

PERGANTIAN

23
SATRIA FERI
-
COENELES SERGEUS GEDDY
55"
14
FADHIL
-
ANDA HERMAWAN
79"
7
ARIFKI EKA PUTRA
-
MUHAMMAD BAHTIAR
90"
17
JAJANG MULYANA
-
WARWAN MUSTAFA SAYEDEH
59"
4
JUSMADI
-
I MADE ADI WIRAHADI
80"

KARTU KUNING


19 IQBAL SAMAD 18"
4 JUSMADI 9"

KARTU MERAH