BONTANG – Dua laga terakhir di Pekanbaru dan Jakarta menjadi pembuktian Bontang FC (BFC). Penampilan yang belum konsisten membuat manajemen realistis menghadapi laga pamungkas putaran pertama.
General Manajer BFC, Andi Faisal Hasdam mengaku saat ini timnya memang dalam kondisi terbaik. Rotasi pemain yang dilakukan Fachri Husaini pada laga terakhir melawan Sriwijaya FC yang berakhir dengan kemenangan 3-1, membuatnya yakin BFC memliki potensi besar. “Kami selalu optimistis. Laga di luar kandang kami selalu memiliki motivasi lebih besar,” ucapnya.
Perkataan Ical, begitu ia biasa disapa, memang cukup beralasan. Sejauh ini, BFC sudah menuai 4 hasil imbang dari 6 lawatannya. Catatan tersebut dibukukan kala tandang ke markas Persebaya Surabaya, Persik Kediri, Pelita Jaya Karawang dan Persitara Jakarta Utara. Sementara dua laga tandang lainnya, di Lamongan dan Jepara berakhir dengan kekalahan tipis 0-1. Atas dasar inilah, Ical memandang laga di Pekanbaru dan Jakarta juga berpotensi poin. “Ini yang sedikit unik, kami kehilangan banyak poin di kandang, tapi di kandang lawan kami juga bisa mencuri angka,” ucap Ical.
Meski demikian, Ical enggan membebani pemainnya dengan kewajiban menang. Ia hanya menginginkan upaya maksimal pemain ditunjukkan seperti saat mengalahkan Sriwijaya FC dan Persiwa Wamena. Namun di sisi lain, ia juga mengingatkan pemainnya tidak memandang remeh lawan, seperti saat meladeni Persib Bandung dan Persipura Jayapura.
Ya, dua pertandingan yang berakhir dengan kekalahan dan hasil imbang tersebut, dinilai Ical lebih dikarenakan sikap memandang remeh lawan. Akibatnya konsentrasi di lapangan terganggu dan lawan bisa mencuri poin. Status tim promosi yang disandang PSPS Pekanbaru bukan alasan pemain BFC memandang sebelah mata laga yang digelar Minggu (24/1) nanti.
“Tidak ada tim jelek di Superliga. Saya pikir kekuatan semua tim hampir sama. Tinggal bagaimana bisa memanfaatkan peluang yang ada. Mereka (PSPS, Red.) tim solid. Kalaupun posisi mereka di bawah kami, itu bukan karena mereka lebih jelek. Saya harap pemain bisa bersikap lebih waspada,” ujarnya. (obi)
Tampilkan postingan dengan label Bontang FC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bontang FC. Tampilkan semua postingan
Jumat, 22 Januari 2010
Sabtu, 09 Januari 2010
Saat Tepat Jauhi Zona Merah ( Bontang FC vs Persiwa Wamena )
BONTANG – Peringkat 15 yang ditempati Bontang FC, bukanlah tempat ideal jika melihat komposisi pemain yang dimiliki. Karena itulah, laga melawan Persiwa Wamena mala mini (kic off pukul 19.15 Wita) di Stadion Mulawarman, menjadi sangat penting artinya untuk mengatrol posisi di klasemen Superliga.
Dua kali hasil seri di kandang Pelita Jaya Karawang dan Persitara Jakarta Utara serta dua kemenangan kandang atas Persisam Putra Samarinda dan PSM Makassar adalah modal berharga bagi pelatih Bontang PKT, Fachri Husaini. “Tim ini ada di jalur yang bagus. Kami tidak seharusnya ada di papan bawah. Semangat pemain juga sedang dalam kondisi terbaik. Saya optimis bisa memenangkan pertandingan ini,” ujarnya.
Tidak adanya pemain yang menjalani hukuman akumulasi kartu ataupun cedera, juga semakin mempertebal keyakinan mantan pemain Timnas tersebut. Duet Aldo Baretto dan Kenji kemungkinan akan dipasang sejak awal. Daya gedor keduanya saat ini memang sedang menjadi sorotan setelah mengalami stagnasi di dua pertandingan terakhir. Aldo yang kini mengoleksi 6 gol terakhir menambah koleksinya saat mengalahkan PSM Makassar 3-0. “Saya harapkan penyelesaian akhir yang selama ini menjadi kendala, dapat secepatnya teratasi,” ujar Fachri.
Bukan hanya itu, kembalinya Andi Faisal Sofyan Hasdam di kursi manajemen juga menimbulkan gairah baru. Maklum, Ical, begitu ia biasa disapa baru menjalani proses hukuam atas kasus narkoba, dan pertandingan nanti malam adalah momen pertamanya berada di pinggir lapangan. Kapten Bontang FC, Iqbal Samad mengatakan, kembalinya Ical mampu menggairahkan kondisi latihan tim. Maklum, kedekatan Ical dengan pemain bukan hal baru di Bontang FC. Pasalnya kedatangan sebagian besar pemain di tubuh Laskar Khatulistiwa, sedikit banyak mendapat campur tangannya.
“Kami akan berusaha maksimal di lapangan. Sekarang tim sedang bagus, dan teman-teman semangat. Semoga kami bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat Bontang,” ujar mantan pemain PSM Makassar itu.
Sementara calon lawan, Persiwa Wamena saat ini dalam masa transisi. Hasil imbang melawan PSPS Pekanbaru di kandang, menjadikan tim ini meradang. Rekor kemenangan kandang 100 persen seperti yang ditorehkan tim berjulukan Badai Pegunugan Tengah ini musim lalu, menjadikan tim dari kawasan pegunungan Jayawijaya, Papua tersebut nangkring sebagai runner up Superliga. Tapi hal itu, tahun ini tidak berlanjut dengan dua hasil seri yang salah satunya didapat dari musuh abadi, Persipura Jayapura.
“Kami tetap mengincar hasil maksimal. Bontang tim bagus, materi mereka juga bagus, tapi kami juga memiliki peluang di sini,” ujar Zainal Abidin. ( Sumber : Kaltim post, 09 Jan'10 )
Label:
Bontang FC
Selasa, 24 November 2009
BONTANG PERBAIKI LINI DEPAN DAN BELAKANG
BONTANG – Mulai bertandingnya beberapa klub yang selama ini posisinya di bawah Bontang FC ternyata membawa efek negatif. Pasalnya dengan tambahan poin bagi klub-klub semacam Persib Bandung atau Sriwijaya FC, posisi Laskar Khatulistiwa sudah menyentuh zona merah. Inilah yang membuat jajaran pelatih Bontang FC fokus menghadapi PSM Makassar.
Beberapa pola permainan yang kembali disuntikkan kepada Aldo Bareto cs saat ini ditujukan untuk memperbaiki penyelesaian akhir dan sektor pertahanan. Dari hasil 7 kali pertandingan, torehan Bontang FC sangatlah buruk, dengan hanya memasukkan 6 gol dan kemasukan 10gol. Belum lagi ditambah kenyataan skuad arahan Fachri Husaini hanya mampu mendulang 3 hasil seri dan 4 kekalahan.
Kemarin sore saat digelar latihan rutin, Fachri Husaini yang didampingi asisten pelatih Johny Rining memfokuskan pola latihan menyerang. Ternasuk perbaikan koordinasi antara ujung tombak dengan para pelapisnya yang berada di second striker.
Bukan semata masalah armada di bagian depan, lini belakang khusunya posisi kiper juga terus diawasi. Di bawah arahan pelatih kiper Erik Ibrahim, Ade Mokhtar, Sumardi dan Lendy Kemas mendapatkan porsi latihan yang cukup intensif.
Meski demikian, pada pertandingan melawan PSM Makassar belum bias ditentukan kiper yang akan diturunkan. Hal ini dilontarkan Caretaker Manajer Bontang FC, Andi Adi Satya. “Biasanya ini ditentukan menjelang pertandingan, karena melihat kondisi terakhir kiper tersebut,” kata Adi.
Beberapa pola permainan yang kembali disuntikkan kepada Aldo Bareto cs saat ini ditujukan untuk memperbaiki penyelesaian akhir dan sektor pertahanan. Dari hasil 7 kali pertandingan, torehan Bontang FC sangatlah buruk, dengan hanya memasukkan 6 gol dan kemasukan 10gol. Belum lagi ditambah kenyataan skuad arahan Fachri Husaini hanya mampu mendulang 3 hasil seri dan 4 kekalahan.
Kemarin sore saat digelar latihan rutin, Fachri Husaini yang didampingi asisten pelatih Johny Rining memfokuskan pola latihan menyerang. Ternasuk perbaikan koordinasi antara ujung tombak dengan para pelapisnya yang berada di second striker.
Bukan semata masalah armada di bagian depan, lini belakang khusunya posisi kiper juga terus diawasi. Di bawah arahan pelatih kiper Erik Ibrahim, Ade Mokhtar, Sumardi dan Lendy Kemas mendapatkan porsi latihan yang cukup intensif.
Meski demikian, pada pertandingan melawan PSM Makassar belum bias ditentukan kiper yang akan diturunkan. Hal ini dilontarkan Caretaker Manajer Bontang FC, Andi Adi Satya. “Biasanya ini ditentukan menjelang pertandingan, karena melihat kondisi terakhir kiper tersebut,” kata Adi.
Label:
Bontang FC
Minggu, 15 November 2009
Sejarah Bontang FC
Didirikan: 18 Juni 1988Ketua Umum: dr.H.A. Sofyan Hasdam, Sp.S
Manajer Tim: Andi Faisal Sofyan Hasdam
Pelatih: Fachry Husaini
Julukan: Laskar Bukit Tursina dan Laskar Khatulistiwa
Stadion: Mulawarman Bontang, Indonesia (kapasitas: 12.000)
Suporter: Bontang Mania
Sejarah Singkat :
Bontang Football Club atau lebih dikenal dengan sebutan Bontang FC adalah sebuah klub profesional eks Liga Sepakbola Utama (Galatama) yang berkedudukan di Botang, Kalimantan Timur. Tim berjuluk "Laskar Bukit Tursina" ini semula adalah milik perusahaan pupuk terbesar di tanah air, sehingga namanya pun sesuai dengan nama perusahaan tersebut.
Seiring dengan waktu serta beralihnya pendanaan tim ini ke Pemkot Bontang, namanya pun ikut berganti. Sempat berubah menjadi Bontang PKT, kemudian pada akhirnya menjadi Bontang FC terhitung sejak, 12 Juni 2009.
Sejarah panjang klub ini dimulai pada 1978, tepatnya pada era kompetisi sepakbola semi-profesional Galatama dan amatir, yakni Perserikatan masih bergulir.
Dukungan dana yang memadai dari salah satu perusahaan pupuk terbesar di tanah air, Pupuk Kalimantan Timur (PKT), membuat tim ini tetap eksisi, meski sejumlah klub eks Galatama "gulung tikar" akibat krisis finansial.
Hebatnya, sejak pertama kali mengikuti kompetisi semi-profesional yang berlabel Liga Indonesia pada musim 1994/95, yakni peleburan Galatama dan Perserikatan, tim ini tidak pernah turun kasta.
Bahkan di musim pertama, PKT sempat membuat sensasi dengan menembus empat besar, di tengah dominasi tim-tim eks Perserikatan, yang mendapat sokongan dana APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah).
Sayangnya di semi-final PKT dibekuk tim eks Galatama lainnya, Petrokimia Putra, dengan skor tipis 1-0. Langkah sensasional kembali mereka catat di musim kompetisi 1999/00.
Di mana tanpa terduga PKT mampu merengsek hingga ke final. Tapi dewi fortuna rupanya belum berpihak ke kubu PKT sehingga mereka harus puas dengan posisi runner-up, setelah dikandaskan tim bertabur bintang saat itu, PSM Makassar, juga dengan skor tipis 3-2.
Sejak saat itu prestasi tim yang saat ini tampil di Superliga, kompetisi paling bergengsi di tanah air, cenderung stagnan. Bahkan keikutsertaan mereka di Superliga pun bukan diperoleh dari jalur kompetisi seperti kontestan Superliga lainnya, namun karena mundurnya Persiter Ternate dan Persmin Minahasa.
Oleh PT Liga Indonesia yang kala itu masih bernama Badan Liga Indonesia (BLI), PKT bersama PSIS Semarang tampil sebagai pengganti dua tim yang mundur tersebut.
Hal itu setelah BLI menetapkan PKT lolos verifikasi dengan nilai tertinggi bersama Mahesa Jenar, dengan menyingkirkan tim divisi utama lainnya yang ikut mencari peruntungan tampil di Superliga, kasta tertinggi sepakbola nasional musim depan.
Itu dengan memanfaatkan dua tempat yang ditinggal Persiter dan Permin Minahasa, yang mendapatkan tiket Superliga dari jalur kompetisi, sayang harus mundur karena dilanda krisis finansial.
Prestasi BFC :
Galatama
1988/89: Peringkat 9
1989/90: Peringkat 3
1990/91: Peringkat 2
1991/92: Peringkat 2
1992/93: Papan tengah Kompetisi Galatama
1993/94: Papan tengah Kompetisi Galatama
Liga
1994/1995 : Semi-final
1995/1996 : 12 Besar
1996/1997 : Peringkat 6 Wilayah Timur
1998/1999 : 10 Besar
1999/2000 : Runner-up
2001 : Peringkat 5 Wilayah Timur
2002 : Peringkat 6 Grup Timur
2003 : Peringkat 10 Wilayah Timur
2004 : Peringkat 11 Wilayah Timur
2005 : Peringkat 6 Wilayah Timur
2006 : Peringkat 10 Wilayah Timur
2007 : Peringkat 13 Wilayah Timur (Promosi Superliga sebagai pengganti)
2008/09: peringkat ke-13 Superliga
Copa
2005: Babak 16 besar
2006: Babak 32 besar
2007: Babak 16 besar
2008: Babak 48 besar
Label:
Bontang FC
Langganan:
Postingan (Atom)

